Pajak Terima Uang dari Luar Negeri yang Harus Dibayarkan

Masih banyak yang bertanya-tanya sebenarnya berapa besar pajak terima uang dari luar negeri. Tidak hanya pengiriman barang dari luar negeri saja yang dikenai pajak, tapi juga uang.

Walaupun dikenai pajak, mengirim dan menerima uang sebenarnya mudah dilakukan.

Mengenai beberapa hal dimaksud bisa Anda temukan jawabannya pada uraian berikut. Paling penting, Anda perlu mengetahui besarnya pajak yang perlu dikeluarkan saat menerima transferan luar negeri.

Biaya Pajak Terima Uang dari Luar Negeri

Pajak Terima Uang dari Luar Negeri

Proses pengiriman serta penerimaan dana luar negeri akan dikenai pajak biaya sejumlah tertentu. Pajak terima uang dari luar negeri ini nilainya berbeda-beda, tergantung tempat di mana Anda menerima dana tersebut.

Untuk kisaran biayanya sendiri mulai dari sekitar Rp. 50 ribu sampai Rp. 150 ribu. Bila memakai kode SWIFT, pihak pengirim nantinya dapat menentukan pilihan mengenai siapa yang akan menanggung pembayaran pajak transfer tersebut.

Jadi, supaya tidak terjadi kesalahpahaman, sebelum mengirimkan uang jalin kesepakatan terlebih dahulu dengan pihak penerima mengenai siapa yang akan menanggung biaya pajak ini. Bila transfer memakai mata uang asing Dollar, biaya tambahan oleh pihak bank akan diberikan.

Bukan hanya ketentuan pajak terima uang dari luar negeri saja yang perlu dibayarkan. Biasanya, nilai tukar mata uang asing menjadi rupiah juga akan dikenai biaya tambahan oleh pihak bank. Supaya tidak kaget saat proses transfer, pahami jenis biaya apa saja yang perlu dibayarkan.

Mulai dari biaya tetap, telex, pajak negara terkait, nilai tukar berlaku dan lain-lain. Dengan adanya kemudahan transfer melalui aplikasi, rincian biaya akan lebih mudah diketahui. Asalkan aplikasi yang dipilih sangat mengutamakan transparansi.

Beberapa Hal yang Penting Diperhatikan saat Mengirimkan Uang dari Luar Negeri

Mengingat kirim uang dari luar negeri itu berbeda dengan lokal, Anda perlu memperhatikan hal-hal penting berikut supaya proses transfer berjalan lancar. Selain itu juga untuk menghindari timbulnya kerugian baik dari pihak pengirim maupun penerima, beberapa di antaranya:

1. Mengumpulkan Informasi yang Dibutuhkan

Hal penting pertama, kumpulkan informasi yang diperlukan pihak penerima. Mulai dari nama, alamat, jumlah uang, nama dan alamat bank, nomor rekening dan jenisnya, nomor routing bank, kode SWIFT atau BIC bank serta referensi transfer.

2. Cek Biaya Pengiriman Uang

Berikutnya, periksa terlebih dahulu besar biaya pengiriman uang. Jangan lupa untuk mencari tahu pajak terima uang dari luar negeri yang harus dibayarkan oleh rekening tujuan atau pihak penerima.

Tapi, pihak penerima tidak akan dikenai pajak tersebut bila pengirim menanggung seluruhnya. Hal ini bisa dilakukan ketika proses transfer memakai layanan khusus, seperti SWIFT.

Melalui SWIFT, pengirim bisa memilih kategori terkait penanggung biaya transfer nantinya. Apakah sepenuhnya ditanggung oleh pihak pengirim atau penerima. Pahami dengan baik detail biaya transfer ini untuk menghindari kejutan.

3. Lama Waktu Pengiriman

Bukan hanya besar biaya pajak terima uang dari luar negeri, Anda juga perlu mengetahui berapa lama waktu pengiriman. Setiap metode transfer mempunyai durasi transfer berbeda-beda.

Tapi, secara umum, pada transfer skala Internasional, dana akan masuk ke rekening penerima dalam kurun waktu satu sampai lima hari kerja. Karena tidak pasti, alangkah baiknya hal ini diketahui bukan hanya oleh pihak pengirim saja, tapi juga penerima.

Jadi, pastikan Anda sebagai pengirim maupun penerima dana luar negeri, memahami dengan baik kebijakan yang berlaku. Bukan hanya biaya pajak terima uang dari luar negeri, tapi juga hal-hal lainnya sebagaimana pada uraian tersebut.

Hi, kenalin nama aku Fajri Alhadi, kamu bisa panggil aku Fajri atau Aji. Saat ini saya mendalami dunia Internet Marketing dibidang SEO dan Sosial Media.

Tinggalkan komentar