Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham dengan Benar

Saham adalah salah satu aset investasi yang saat ini sedang digandrungi masyarakat. Terlepas dari kepopulerannya di era sekarang, nyatanya aset tersebut mempunyai keunggulan tersendiri. Bagi investor, penting mengetahui cara menghitung nilai intrinsik saham untuk memperoleh hasil maksimal.

Dalam menilai saham, terdapat rumus yang bisa digunakan. Pada penghitungan ini, dapat juga menggunakan aplikasi saham yang bisa diunduh gratis melalui Play Store atau App Store. Selain itu, penghitungan manual setiap investor pasti berbeda-beda.

Cara Menghitung Nilai Intrinsik Saham

Untuk bisa menentukan value suatu saham, terdapat pedoman yang bisa diikuti. Adapun langkah menghitung value-nya dapat dilihat pada penjelasan berikut.

1. Tentukan Laju Pertumbuhan Laba Perusahaan Ke Belakang

Langkah pertama yang harus seorang investor lakukan adalah dengan melakukan penghitungan pada laju pertumbuhan keuntungan di perusahaan. Periode penentuan laba tersebut diukur dalam skala periode 5-10 tahun terakhir. Hitung nilai CAGR dengan ketentuan berikut ini:

  • Nilai korelasi >0.6%
  • Jika nilai >15% gunakan maximum valur 20%

2. Tentukan Laju Pertumbuhan Laba Perusahaan Ke Depan

Pada cara menghitung nilai intrinsik saham berikutnya adalah harus menghitung laba 5-10 tahun terakhir dari perusahaan tersebut. Rumusnya adalah sebagai berikut:

EPS (tahun sekarang) = EPS (satu tahun ke belakang) + (EPS 2018 x CAGR)

3. Hitung EPS yang di Diskon

Berikan diskon pada stock barang lalu pertimbangkan inflation value dengan hal-hal lain yang mempengaruhi didalamnya. Rumusnya adalah sebagai berikut ini:

Discounted EPS = Total EPS (1+Rate)

4. Hitung Intrinsik Saham

Langkah terakhir yang dapat Anda lakukan adalah hitung intrinsic stock value pada tahun pertama setelah diberikan diskon. Rumusnya sebagai berikut.

Nilai Intrinsik = Discounted EPS + BVPS

Metode penghitungan tersebut dapat mempunyai sifat subjektif. Dalam hal ini, setiap investor bisa menggunakan rumus berbeda-beda. Selain itu, pastikan memperhatikan beberapa faktor seperti, kinerja, laporan keuangan yang bagus, kinerja karyawan, sampai book value.

Catatan Penting Dalam Menghitung Value Saham

Sebagai investor, terlebih pemula, menentukan value saham merupakan hal yang cukup sulit. Oleh sebab itu, Anda perlu menggunakan pedoman awal supaya menemukan keputusan terbaik untuk membeli atau menjualnya. Berikut adalah catatan penting untuk dijadikan pedoman.

1. Nilai Intrinsik > Harga Pasar

Apabila Anda menemukan nilai intrinsik lebih besar dari harga pasar pada menunjukkan Undervalued atau harganya rendah dibawah rata-rata atau standar. Oleh sebab itu, disarankan membeli saham atau menahannya tanpa menjualnya. Investor juga bisa mempelajari cara menghitung average down saham.

2. Nilai Intrinsik < Harga Pasar

Kemungkinan selanjutnya adalah harga pasar jauh lebih besar dari intrinsic value. Ini menunjukkan Overvalued (terlalu mahal). Maka, disarankan tidak menahannya. Dalam hal ini, investor bisa menjualnya karena akan memperoleh keuntungan serta terhindar dari risiko kerugian jika terus disimpan.

3. Nilai Intrinsik = Harga Pasar

Suatu saham yang sehat serta mempunyai peluang menguntungkan pasti mempunyai intrinsic value sama dengan harga pasar. Kondisi yang seimbang seperti ini menunjukkan kondisi perusahaan yang bagus sehingga akan mempengaruhi aktivitas perusahaan tersebut dalam jangka panjang.

Itu dia informasi mengenai bagaimana cara menghitung nilai intrinsik saham dimana bisa diterapkan dengan memperhatikan sejumlah faktor penting. Setiap investor mungkin mempunyai cara berbeda, tetapi tetap memiliki tujuan sama sehingga dapat menentukan sebuah perusahaan itu bagus atau tidak.

Hi, kenalin nama aku Fajri Alhadi, kamu bisa panggil aku Fajri atau Aji. Saat ini saya mendalami dunia Internet Marketing dibidang SEO dan Sosial Media.

Tinggalkan komentar